Sepasang suami istri berbaring tenang di tempat tidur… di tengah-tengah pemakaman? Anda tidak salah lihat! Di Divisi 22 Pemakaman Montparnasse, Paris, sebuah makam yang mencengangkan tampak seperti langsung diambil dari kamar tidur. Di balik selimut, seorang pria dan seorang wanita berpose untuk keabadian, dalam sebuah adegan yang intim sekaligus tak lazim. Namun, di balik makam berbentuk ranjang perkawinan yang unik ini tersimpan kisah Charles Pigeon, seorang penemu abad ke-19 yang meraup kekayaan berkat sebuah lampu revolusioner. Dan menurut sebuah anekdot yang menarik, justru di tempat tidurlah gagasan jenius itu konon terlintas di benaknya!
Di antara monumen pemakaman tradisional, sulit untuk tidak memperhatikan makam keluarga Pigeon! Dibuat pada 1905, monumen megah ini menggambarkan Charles Pigeon dan istrinya, Thérèse, berbaring berdampingan di atas ranjang sungguhan dari batu dan perunggu. Sang istri berbaring tenang di bawah selimut, sementara sang suami, sedikit menegakkan tubuh dan bertumpu pada satu siku, tampak larut dalam perenungan mendalam.
Dan detail yang menggelitik? Keduanya digambarkan berpakaian lengkap, seolah-olah menyelinap ke balik selimut tanpa repot-repot berganti pakaian! Charles bahkan memegang buku catatan dan pensil, tampak siap mencatat ide cemerlang yang baru.
Di atas tempat tidur, seorang malaikat yang memegang obor melengkapi komposisi yang mengagumkan ini. Sebuah monumen spektakuler, tetapi penciptanya tetap tak diketahui! Patung tanpa tanda tangan ini merupakan contoh bagus realisme dalam seni pemakaman pada era Belle Époque, yang terkadang mengutamakan adegan kehidupan sehari-hari yang akrab daripada penggambaran kematian secara tradisional. Namun, siapakah sebenarnya Charles Pigeon yang terkenal itu?
Lahir di Normandia pada 1838, Charles Pigeon memulai kariernya sebagai penjual di Bon Marché, sebelum terjun ke perdagangan dan pembuatan lampu. Pada masa itu, sistem penerangan yang menggunakan bahan bakar cair terkadang menimbulkan risiko kebakaran atau ledakan serius.
Charles Pigeon pun menangani masalah tersebut dan mengembangkan lampu berbahan bakar bensin yang dirancang agar jauh lebih aman. Dipatenkan pada 1884, lampu Pigeon meraih sukses besar! Memang, sang penemu punya banyak argumen pemasaran. Untuk meyakinkan mereka yang paling skeptis, ia bahkan menjanjikan hadiah sebesar 10.000 franc kepada siapa pun yang berhasil membuat salah satu lampunya meledak dalam kondisi yang telah ditetapkan!
Sebuah aksi promosi yang luar biasa untuk zamannya! Penemuannya, yang antara lain dipamerkan di Exposition universelle 1900, turut mengantarkannya meraih kekayaan. Dan tampaknya, Charles Pigeon juga tak kalah imajinatif ketika menyiapkan tempat peristirahatan terakhirnya…
Namun, mengapa mereka sampai memilih untuk menggambarkan pasangan suami istri di tempat tidur? Menurut anekdot yang kerap diceritakan seputar makam ini, Charles Pigeon konon mendapat ide untuk lampu terkenalnya saat berbaring di samping istrinya.
Sebuah pencerahan di malam hari yang buru-buru ia catat di buku hariannya, sebelum terlupakan! Patung itu pun menggambarkan momen penentu tersebut, saat inspirasi datang tanpa diduga.
Dan berikut satu detail lain yang sangat mengejutkan: makam pasangan Pigeon dibuat pada 1905, saat mereka berdua masih hidup! Nyonya Pigeon meninggal pada 1909, disusul suaminya pada 1915. Dengan demikian, Charles Pigeon sempat melihat sendiri representasi dirinya bersama sang istri yang mengesankan ini, yang dimaksudkan untuk menemani mereka selamanya.
Monumen itu berdiri di atas sebuah makam keluarga yang konon dirancang untuk menampung hingga delapan belas orang. Begitulah cara sang penemu berpikir besar, bahkan setelah tiada! Hingga kini, makam ini tetap menjadi salah satu keunikan paling menakjubkan di Pemakaman Montparnasse.
Untuk melihat monumen pemakaman yang menakjubkan ini, kunjungi petak ke-22 di Pemakaman Montparnasse, di distrik ke-14 Paris, yang dapat diakses antara lain dari Boulevard Edgar-Quinet.
Luangkan waktu untuk mengamati detail adegan yang nyaris sehari-hari ini: lipatan selimut, sikap pasangan suami istri, buku catatan, serta malaikat yang berjaga di atas tempat tidur mereka. Sebuah karya yang sekaligus jenaka, mengharukan, dan luar biasa orisinal, yang mencerminkan imajinasi keluarga-keluarga Paris pada masa Belle Époque yang terkadang begitu liar.
Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.
Tempat
Pemakaman Montparnasse
3, boulevard Edgar Quinet
75014 Paris 14
Perencana rute
Aksesibilitas















