Di Pemakaman Montparnasse, penyair ini meminta pelampung untuk selamanya… siapa tahu!

Oleh Rizhlaine de Sortiraparis · Diperbarui 29 Oktober 2026 pukul 14:27
Di Pemakaman Montparnasse, sebuah pelampung penyelamat membuat para pengunjung penasaran. Di makam penyair Robert Desnos, pelampung itu menyimpan kisah yang mengejutkan!

Benar-benar tindakan pencegahan yang aneh bagi seseorang yang beristirahat enam kaki di bawah tanah! Di Pemakaman Montparnasse, di arondisemen ke-14 Paris, sebuah makam unik memajang benda yang tak terduga: pelampung keselamatan berwarna putih dan biru! Tak ada kapal terlihat, bahkan setetes air pun tidak… Lantas, apa yang dilakukan benda maritim aneh ini di sebuah makam di Paris? Untuk memahami misteri ini, kita perlu menelusuri kisah penghuninya, Robert Desnos (1900–1945), seorang penyair surealis yang memang tak pernah kehabisan humor!

Pelampung penyelamat di atas makam: permintaan aneh Robert Desnos

Sekilas, tak ada yang secara khusus membedakan makam ini dari makam-makam lainnya. Batu nisan sederhana, beberapa kerikil kecil yang diletakkan sebagai penghormatan… dan pelampung terkenal itu, yang seolah menunggu korban kapal karam! Namun, kehadirannya sama sekali bukan kebetulan.

Untuk memahami asal-usulnya, kita harus kembali ke 1923, ketika Robert Desnos menerbitkan sebuah puisi berjudul Hari-Hari Besar Sang Penyair di majalah sastra Littérature, yang saat itu dipimpin oleh André Breton. Setelah merangkai sederet citraan yang satu lebih tak terduga daripada yang lain, sang penulis mengakhiri teksnya sebagai berikut:

“Kalian akan meletakkan pelampung di atas makam saya. Karena kita tidak pernah tahu.”

Sebuah permintaan yang benar-benar tidak biasa! Bertahun-tahun setelah ia tiada, sebuah pelampung sungguhan kini ditempatkan di makamnya. Jadi, ini bukan penghormatan atas masa lalunya sebagai pelaut, melainkan sekadar isyarat kepada imajinasi sang penyair yang begitu liar!

Robert Desnos, penyair surealis yang gemar menantang logika

Lahir di Paris pada 1900 dan dibesarkan di kawasan Les Halles, Robert Desnos termasuk salah satu tokoh besar Surealisme, gerakan seni dan sastra yang berupaya membebaskan imajinasi dari kungkungan akal.

Surealisme, yang berkembang pada 1920-an di sekitar André Breton, mengeksplorasi antara lain mimpi, alam bawah sadar, asosiasi gagasan, dan penulisan otomatis, yakni teknik membiarkan kata-kata mengalir tanpa tunduk pada kendali logika yang lazim. Dalam bidang ini, Desnos sangat berbakat! Ia mampu mengimprovisasi teks-teks menakjubkan selama sesi tidur hipnotis, bermain-main dengan kata-kata, citra, dan situasi absurd. Bakat ini bahkan tercermin hingga di tempat peristirahatan terakhirnya.

Di balik makam yang tak lazim ini, nasib tragis seorang penyair pejuang perlawanan

Namun, di balik humor ini tersembunyi nasib yang jauh lebih kelam. Selama Perang Dunia II, Robert Desnos bergabung dengan gerakan Résistance, terutama dalam jaringan Agir. Ia turut serta dalam perjuangan bawah tanah melawan pendudukan Nazi.

Ditangkap pada 22 Februari 1944, ia dipenjara lalu dideportasi ke beberapa kamp konsentrasi. Setelah menjalani perjalanan yang mengerikan, ia tiba di Terezín, yang kini berada di Republik Ceko. Kondisi penahanan yang melemahkan tubuhnya membuat ia meninggal akibat tifus pada 8 Juni 1945, hanya beberapa minggu setelah kamp itu dibebaskan. Usianya 44 tahun. Kenangannya hingga kini tetap hidup di pemakaman Montparnasse, tempat pelampung ini menjadi bentuk penghormatan yang begitu unik sekaligus mengharukan.

Di mana bisa melihat makam Robert Desnos di Pemakaman Montparnasse?

Untuk melihat makam yang mengagumkan ini, kunjungi divisi ke-15 di Pemakaman Montparnasse, yang antara lain dapat diakses melalui pintu masuk utama di 3, boulevard Edgar-Quinet. Kehadiran pelampung ini mungkin awalnya mengundang senyum, tetapi juga mengajak kita merenungkan sesuatu yang indah: mungkinkah benda itu melambangkan harapan agar tak pernah tenggelam dalam kelupaan? Hampir seabad setelah menulis bait-baitnya, Robert Desnos masih membuat orang yang lewat terkejut dengan sebuah pelampung penyelamat sederhana. Rupanya, bahkan di pemakaman pun, puisi masih bisa membuat kita tetap berada di atas permukaan air!

Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.

Informasi berguna

Tempat

3, boulevard Edgar Quinet
75014 Paris 14

Perencana rute
Aksesibilitas

Komentar