La Bayadère kembali ke panggungOpéra Bastille mulai 17 Juni hingga 14 Juli 2026, dalam versi yang dirancang oleh Rudolf Nureyev, koreografer terkemuka abad ke-20 dan salah satu tokoh paling bersejarah di perusahaan ini. Dibuat di Paris pada tahun 1992, produksi ini merupakan persembahan terakhir Nureyev untuk para penontonnya, dan salah satu pembacaan ulang balet klasik yang diwarisi dari Marius Petipa yang paling brilian. Kisah tarian yang luar biasa ini, berlatar belakang India yang bagaikan mimpi, merupakan pilar dari repertoar ini, yang memadukan kecemerlangan visual, drama cinta, dan keajaiban koreografi.
Opera dan balet yang tidak boleh dilewatkan di Paris dan wilayah Ile-de-France
Ingin pergi menonton pertunjukan? Artikel ini berisi daftar opera dan balet yang wajib ditonton pada musim 2024-2025 di Paris dan wilayah Ile-de-France! [Baca selengkapnya]
Dalam latar yang mewah dan simbolis, La Bayadère menceritakan kisah tragis Nikiya, seorang penari suci, dan Solor, seorang prajurit yang dijanjikan kepada putri rajah. Penipuan, kecemburuan, dan sumpah yang dilanggar mengikuti satu sama lain hingga Act of Shadows yang terkenal, puncak dari lirik dan ketepatan. Adegan ini, di mana 32 penari dengan tutus putih memantulkan garis-garis sempurna dalam setengah cahaya berkabut, tetap menjadi salah satu momen paling simbolis dalam balet klasik. Dengan kostum yang memukau, set yang menggugah, dan variasi yang luar biasa, karya ini membuka dunia imajiner dengan nuansa Orientalis, yang diperkuat oleh musik Ludwig Minkus.
La Bayadère akan menarik bagi semua penonton, mulai dari mereka yang setia pada l'Opéra hingga mereka yang baru mengenal balet. Pecinta tari klasik akan menemukan ketelitian akademis dan cakupan spektakuler yang menjadi ciri khas gaya Nureyev, sementara penonton yang menyukai narasi visual yang luar biasa akan terpesona oleh dimensi naratif dan estetika karya ini. Perpaduan eksotisme romantis dan konstruksi koreografi yang rumit membuatnya menjadi pertunjukan tolok ukur, yang dapat dinikmati tanpa harus mengetahui repertoarnya.
Pertunjukan balet yang harus dilihat di Paris pada tahun 2025
Datang dan temukan pertunjukan balet terindah di Paris pada tahun 2025, sebuah acara yang tidak boleh dilewatkan oleh para pecinta balet dan keanggunan. [Baca selengkapnya]
Pertunjukan berlangsung selama 2 jam 45 menit dengan dua kali jeda dan akan ditampilkan di panggung utamaOpéra Bastille. Tiket mulai dijual pada pukul 12 siang tanggal 4 November 2025, dengan harga mulai dari €15 hingga €170, tergantung kategorinya. La Bayadère adalah salah satu karya balet Paris yang paling dihidupkan kembali dan paling dicintai, terutama karena kekayaan peran wanitanya dan keindahan tableaux kolektifnya.
Dengan kebangkitan La Bayadère ini, Paris Opera memberikan penghormatan kepada Rudolf Nureyev dengan menghidupkan kembali lukisan dinding koreografi utama dari repertoar klasik. Sebuah terjun spektakuler ke dalam dunia penampilan, cinta yang digagalkan dan tarian yang absolut, untuk (kembali) ditemukan dalam suasana yang luar biasa.
Artikel ini didasarkan pada informasi yang tersedia tentang pertunjukan dan tidak didasarkan pada pertunjukan.
Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.
Tanggal dan jadwal
Dari 17 Juni 2025 Pada 14 Juli 2025
Tempat
Opéra Bastille
Place de la Bastille
75012 Paris 12
Mengakses
Metro jalur 1, 5 dan 8, stasiun "Bastille"
Harga
€15 - €170
Reservasi
www.operadeparis.fr



Opera dan balet yang tidak boleh dilewatkan di Paris dan wilayah Ile-de-France


Pertunjukan balet yang harus dilihat di Paris pada tahun 2025














