Ada orang di Paris yang berlari untuk membeli jersey dua bintang dari PSG sementara yang lain merayakan kemenangan dengan sentuhan halus seperti Seth yang mengejutkan kita dengan reinterpretasi mural terkenalnya di Buttes aux Cailles dalam 13ᵉ arrondissement Paris dalam versi PSG.
Kita biasa melihat anak-anak Seth melintasi tembok di 13e arrondissement Paris dengan siluet yang puitis dan wajah yang tidak terlihat. Namun sejak kemenangan PSG atas Arsenal di final Liga Champions 2026, seniman jalanan terkenal Julien Malland, alias Seth, menambahkan sentuhan tak terduga pada mural ikoniknya di Butte-aux-Cailles: kedua tokoh itu kini dengan gagah mengenakan jersey Paris Saint-Germain.
Sebuah tindakan sederhana, tenang, tetapi tepat sasaran. Tak ada pesta meriah maupun sorotan: PSG berhasil memenangkan final melawan Arsenal (1-1, 4-3 lewat adu penalti) di Budapest, dan Seth memilih merayakan kemenangan ini dengan caranya sendiri, di tembok-tembok distrik yang kini ia anggap sebagai miliknya. Sebuah cara yang sangat halus untuk menorehkan dirinya dalam sejarah olahraga dan budaya populer Paris.
Julien Malland, lebih dikenal dengan nama samaran Seth Globepainter, lahir di Paris pada 1972. Lulusan École Nationale des Arts Décoratifs, ia memulai kariernya di industri kreatif (periklanan, komik, animasi) sebelum graffiti akhirnya mengambil alih peran utama. Sejak itu, anak-anaknya tanpa wajah telah menjelajah ke berbagai penjuru dunia, dari Jersey City hingga Amman, melalui Shanghai dan Jakarta.
Di 13e arrondissement, Seth adalah sosok yang tak bisa diabaikan. Karyanya menghiasi boulevard Vincent-Auriol, benar-benar menjadi tulang punggung street art Paris dengan lebih dari lima puluh façades yang dilukis, tetapi juga di Butte-aux-Cailles maupun sekolah Louise-Bourgeois. Ia baru-baru ini menempatkan studionya di arrondissement tersebut, menjadi seniman XIIIe secara penuh. Beberapa minggu lalu, ia bahkan mendapat sorotan lewat sebuah artikel di Sortiraparis setelah ia mengungkap mural XXL baru di rue Émile-Deslandres, menggantikan karya lama yang telah dihapus.
Apa yang menyentuh dari karya Seth adalah universalitas yang ia pegang teguh. Lukisan dindingnya menangkap kelincahan, kegembiraan, dan kepolosan masa kanak-kanak, dan tokoh-tokohnya yang tanpa wajah cenderung optimis, meskipun menghadapi rintangan. Dengan mengenakan anak-anaknya dengan warna PSG, sang seniman tidak sekadar memberi kilas mata terkait sepak bola: ia menancapkan tokoh-tokoh impiannya dalam momen yang dialami bersama, kolektif, di Paris. Di situlah kita menemukan semua pesona karyanya: pesan universal yang diselipkan dalam satu detail yang hanya diperhatikan orang yang teliti.
Fresk rue Oublot, di lingkungan Butte-aux-Cailles, adalah salah satu karya paling terkenal sang seniman di 13e. Ini adalah tembok yang sangat dikenal para pecinta street art, tak jauh dari stasiun metro Corvisart (jalur 6) dan teras-teras yang ramai di lingkungan ini yang tetap mempertahankan jiwanya seperti desa kecil. Melalui tempat itu, kita akan menjumpai komposisi mural yang berubah mengikuti musim dan peristiwa dunia. Seth sebelumnya pernah menggarap tembok ini untuk memberi penghormatan kepada Ukraina, dengan mural yang menggambarkan seorang gadis kecil menghancurkan tank militer.
Bukti bahwa anak-anaknya tidak pernah sekadar hiasan: mereka mengenakan apa yang kadang sulit diucapkan kata-kata. Entah itu perang atau gelar juara Eropa, mereka ada di sana, hadir, diam namun jelas bicara. Untuk melihat mereka dengan kaos jersey Paris, cukup menyusuri gang-gang di 13e, dengan mata terbuka lebar.
Untuk memperpanjang perjalanan, kami sarankan Anda melihat panduan Sortiraparis tentang semua karya Seth di Paris dan Île-de-France serta mengunjungi situs resmi sang seniman di seth.fr.
Tanggal dan jadwal
Dari 1 Juni 2026 Pada 31 Desember 2029
Tempat
La Butte-aux-Cailles
Butte-aux-Cailles
75013 Paris 13















