Liburan terganggu akibat mogok kerja: Bisakah kita membatalkan hotel atau aktivitas yang sudah dipesan?

Oleh Manon de Sortiraparis · Foto oleh Manon de Sortiraparis · Diperbarui 23 Oktober 2026 pukul 19:17
Pemogokan transportasi mengganggu rencana menginap Anda di Paris atau di tempat lain di Prancis? Hotel, akomodasi liburan, tiket museum, pertunjukan, atau aktivitas wisata: apakah Anda bisa membatalkan pemesanan dan mendapatkan uang kembali? Kemungkinan pengembalian dana bergantung pada kontrak, layanan yang dipesan, dan situasinya. Berikut ketentuan yang berlaku di Prancis.

Kereta yang dibatalkan, pesawat yang dibatalkan, dan seluruh rencana liburan pun berantakan. Ketika pemogokan menghalangi seseorang mencapai tujuan, dampaknya tidak hanya menyangkut transportasi: kamar hotel yang sudah dibayar, tur berpemandu yang sudah dipesan, tiket pertunjukan yang tak bisa digunakan, atau perjalanan wisata yang terlewat. Bagi wisatawan Prancis maupun asing, persoalan pengembalian dana atas pemesanan pun segera muncul.

Namun, pemogokan tidak serta-merta memungkinkan Anda membatalkan seluruh masa menginap tanpa biaya. Menurut Direktorat Jenderal Persaingan, Konsumsi, dan Pemberantasan Kecurangan (DGCCRF), hak wisatawan bergantung, antara lain, pada ketentuan penjualan dan pihak yang membatalkan.

Perbedaannya sangat penting: tidak bisa mencapai suatu tempat penginapan dan pihak penginapan membatalkan layanannya sendiri adalah dua situasi yang berbeda. Demikian pula, hotel yang dipesan terpisah dari tiket kereta belum tentu mendapatkan perlindungan yang sama dengan paket perjalanan lengkap yang dibeli melalui agen perjalanan. Karena itu, sebelum membatalkan reservasi, sebaiknya periksa terlebih dahulu kemungkinan pengembalian dana, penjadwalan ulang, atau perubahan.

Bisakah kita membatalkan hotel jika mogok kerja menghalangi perjalanan?

Ya, pembatalan reservasi hotel tetap bisa diajukan, tetapi pengembalian dana tidak dijamin. Semuanya bergantung pada tarif yang dipilih saat memesan dan syarat dan ketentuan umum dari hotel tersebut. Ada 2 situasi utama yang perlu dibedakan:

  • Pemesanan fleksibel: pembatalan dapat dilakukan secara gratis atau disertai pengembalian dana sebagian, asalkan tenggat waktu dan ketentuan yang diumumkan oleh hotel dipatuhi.
  • Pemesanan tidak dapat dikembalikan dananya: pihak akomodasi umumnya tidak wajib mengembalikan uang yang telah dibayarkan jika wisatawan membatalkan atas inisiatif sendiri, meskipun perjalanannya terhalang oleh keadaan di luar kendalinya.

Dengan demikian, jika kereta Anda ke Paris dibatalkan akibat mogok, hotel tempat Anda seharusnya menginap tidak otomatis berkewajiban mengembalikan biaya kamar. Pengembalian dana untuk transportasi dan penginapan pada prinsipnya diatur dalam kontrak yang berbeda. Meski demikian, Kementerian Ekonomi menyarankan agar Anda menghubungi pihak hotel secara langsung untuk bernegosiasi mengenai penjadwalan ulang masa menginap, voucher, atau bentuk kompensasi lainnya. Langkah ini juga dapat dilakukan melalui platform pemesanan yang digunakan.

Apa yang terjadi jika hotel membatalkan reservasi itu sendiri?

Situasinya berbeda ketika hotel tidak lagi dapat menerima tamu dan memutuskan untuk membatalkan reservasi mereka. Menurut informasi resmi dari DGCCRF, pihak hotel harus mengembalikan uang yang telah dibayarkan tamu, apa pun alasan pembatalan dan jenis reservasi yang dipilih sebelumnya. Namun, pengembalian dana ini perlu dibedakan dari tanggungan atas pengeluaran lain yang dikeluarkan wisatawan.

Pembatalan kamar tidak otomatis memberikan hak atas pengembalian uang tiket kereta, tiket kunjungan, atau layanan lain yang dipesan secara terpisah. Untuk penyewaan tempat liburan antarsesama individu, ketentuannya juga dapat bergantung pada kontrak dan jenis pembayaran yang telah dilakukan, terutama jika pembayaran tersebut berupa uang tanda jadi atau uang muka. Jika terjadi perselisihan, disarankan untuk menyimpan konfirmasi tertulis pembatalan dan ketentuan pemesanan awal.

Tiket museum, pertunjukan, dan aktivitas wisata: Apakah bisa mendapatkan pengembalian uang?

Apakah Anda telah memesan pameran, tur berpemandu, konser, atau kegiatan rekreasi, tetapi pemogokan membuat Anda tidak bisa tiba tepat waktu? Ketidakmampuan untuk bepergian umumnya tidak cukup untuk mewajibkan pengembalian uang atas kegiatan yang tetap diselenggarakan. Untuk tiket pertunjukan dan acara budaya, peraturan Prancis tidak memberikan hak pembatalan dalam 14 hari, bahkan jika tiket dibeli melalui internet. DGCCRF juga mengingatkan bahwa syarat penjualan tiket pertunjukan umumnya tidak menyediakan penukaran maupun pengembalian uang atas permintaan pelanggan.

Untuk aktivitas wisata lainnya, seperti tur berpemandu, tamasya, pelayaran, atau pengalaman rekreasi, ketentuannya bergantung pada kontrak yang dibuat dengan penyedia layanan. Karena itu, sebelum membatalkan, sebaiknya periksa:

  • Kemungkinan penjadwalan ulang, yang terkadang ditawarkan tanpa biaya atau dengan biaya tambahan;
  • Batas waktu pembatalan gratis, jika tercantum dalam ketentuan pemesanan;
  • Adanya asuransi pembatalan, serta situasi yang benar-benar ditanggung oleh asuransi tersebut;
  • Kemungkinan langkah komersial khusus yang ditawarkan oleh penyelenggara.

Sebaliknya, jika penyedia jasa sendiri membatalkan layanan yang sudah tidak dapat diberikan, wisatawan pada prinsipnya dapat meminta pengembalian dana atas layanan yang tidak diberikan. Penjadwalan ulang juga dapat ditawarkan, tetapi pelanggan tidak otomatis wajib menerimanya.

Apakah pemogokan dapat dianggap sebagai keadaan kahar?

Ini adalah alasan yang kerap dikemukakan ketika perjalanan menjadi mustahil. Namun, pemogokan tidak selalu merupakan keadaan kahar yang memungkinkan semua pemesanan dibatalkan tanpa biaya. Dalam hukum Prancis, keadaan kahar mensyaratkan, antara lain, terjadinya peristiwa di luar kendali pihak yang bersangkutan, yang secara wajar tidak dapat diperkirakan saat kontrak dibuat dan dampaknya tidak dapat dihindari dengan mengambil langkah-langkah yang tepat.

Penilaiannya bergantung pada keadaan konkret dan kewajiban kontraktual yang dimaksud. Kesulitan untuk mencapai hotel, waktu tempuh yang lebih lama, atau keinginan untuk tidak bepergian lagi belum tentu dapat dijadikan alasan untuk mengajukan force majeure. Sebaliknya, ketidakmampuan nyata untuk melaksanakan kontrak yang disebabkan oleh keadaan luar biasa dapat menjadi dasar untuk pemeriksaan khusus. Jika terjadi perselisihan, penetapan force majeure pada akhirnya dapat bergantung pada penilaian seorang hakim.

Paket wisata: Hak yang berbeda untuk perjalanan terorganisasi

Wisatawan yang memesan paket wisata, misalnya yang mencakup transportasi dan akomodasi yang dijual bersama sesuai ketentuan peraturan, mendapat perlindungan hukum khusus. Kitab Undang-Undang Pariwisata antara lain memberi hak kepada wisatawan untuk membatalkan kontrak tanpa biaya sebelum keberangkatan apabila keadaan luar biasa dan tidak terhindarkan yang terjadi di tempat tujuan atau di sekitarnya menimbulkan dampak besar terhadap pelaksanaan paket wisata atau transportasi penumpang ke tempat tujuan tersebut.

Dalam situasi ini, wisatawan dapat memperoleh pengembalian penuh atas jumlah yang telah dibayarkan, tetapi tidak berhak atas kompensasi tambahan atas pembatalan tersebut. Namun, perlu diperhatikan bahwa mogok kerja tidak serta-merta memenuhi ketentuan ini. Secara khusus, perlu dinilai dampak nyata mogok kerja terhadap layanan yang tercantum dalam kontrak.

Jika penyelenggara membatalkan perjalanan karena tidak dapat melaksanakannya akibat keadaan luar biasa dan tak terhindarkan, ia harus mengembalikan uang yang telah dibayarkan, tetapi tidak selalu wajib memberikan kompensasi tambahan. Pemesanan yang dibeli secara terpisah, seperti tiket kereta di satu tempat dan kamar hotel di tempat lain, tidak otomatis dianggap sebagai paket wisata.

Apakah asuransi pembatalan dapat menanggung biayanya?

Wisatawan yang telah membeli asuransi pembatalan terkadang dapat memperoleh pertanggungan, tetapi semuanya bergantung pada jaminan yang tercantum dalam polis mereka. Asuransi umumnya menanggung daftar kejadian tertentu, seperti beberapa penyakit, kecelakaan, atau situasi pribadi yang serius. Pemogokan dapat termasuk dalam pengecualian, termasuk ketika polis mencakup jaminan pembatalan.

Beberapa kartu bank juga menawarkan asuransi perjalanan, dengan syarat ketentuan yang ditetapkan dipenuhi, khususnya terkait pembayaran layanan dan kejadian yang dijamin. Karena itu, sebelum mengajukan klaim, periksa ketentuan kontrak, pengecualian, kemungkinan adanya risiko sendiri, serta dokumen pendukung yang diwajibkan. Memiliki asuransi perjalanan saja tidak menjamin penggantian biaya kamar hotel atau aktivitas yang terlewat akibat mogok kerja.

Bagaimana cara mengajukan pengembalian dana atau penjadwalan ulang masa inap?

Jika aksi mogok mengganggu perjalanan Anda, langkah pertama adalah segera menghubungi setiap penyedia jasa yang terdampak, sebaiknya secara tertulis, untuk menjelaskan situasi dan menanyakan solusi yang tersedia. Agar komunikasi lebih mudah, simpan:

  • Konfirmasi pemesanan dan syarat serta ketentuan penjualan;
  • Pesan yang mengumumkan pembatalan kereta atau penerbangan Anda;
  • Email yang dipertukarkan dengan hotel, agen, atau penyelenggara;
  • Bukti pembayaran dan dokumen pendukung atas pengeluaran tambahan, jika ada.

Jika terjadi penolakan pengembalian dana yang Anda anggap tidak beralasan, ajukan keluhan tertulis kepada pihak penjual sebagai langkah pertama. Jika perselisihan berlanjut, Anda dapat menggunakan SignalConso, layanan publik DGCCRF, atau mengajukan pengaduan kepada mediator konsumen yang berwenang setelah terlebih dahulu menyampaikan keluhan.

Bagi wisatawan yang tinggal di negara Eropa lain dan mengalami sengketa dengan pelaku usaha Prancis, jaringan Pusat Konsumen Eropa juga dapat memberikan bantuan.

Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.

Informasi berguna
Komentar