Di Paris, deretan galeri seni tak henti-hentinya memikat hati. Beberapa kawasan dan distrik bahkan lebih menarik berkat jaringan galeri dan toko barang antik mereka. Salah satunya adalah arrondissement ke-7 yang terkenal dengan Carré Rive Gauche dan lebih dari seratus tempat yang tersebar di antara jalan du Bac, quai Voltaire, dan jalan de l’Université.
Namun, beberapa galeri lain juga memutuskan untuk membuka cabang di daerah bergengsi 7e arrondissement, seperti Shodo Galerie. Galeri yang khusus menampilkan seni Jepang ini resmi dibuka pada 18 Desember 2025 di nomor 37, jalan de Verneuil, tak jauh dari Maison Gainsbourg.
Area ini, yang pertama kali diajak bekerja sama dengan galeri Carré Moji di Tokyo di Prancis, didedikasikan untuk gerakan Art Shodo. Didirikan oleh Sylvain Salvarelli, Art Shodo kini mengumpulkan sekitar dua puluh seniman yang langsung berakar dari aliran Bokujinkai, yang muncul pada tahun 1960-an, dan terutama berpusat pada para ahli kaligrafi Yuichi Inoue dan Morita Shiryu. Namun, berbeda dengan kaligrafi tradisional Jepang, Art Shodo menawarkan pendekatan yang jauh lebih kekinian dan inovatif.
Empat puluh tahun setelah pertama kali berkunjung ke Jepang, Sylvain Salvarelli akhirnya membuka galeri sendiri di Paris, yang didedikasikan untuk mengeksplorasi seni avant-garde Jepang dan kaligrafi kontemporer. Untuk acara pembukaannya, Shodo Galerie memilih menampilkan karya beberapa seniman Jepang masa kini, seperti Mie Okubo, Kazumi Okamoto, Kei Shimizu, Sachiyo Kaneko, Kaon Chiba, Shosen Hamada, dan Gen Miyamura—yang dikenal sebagai salah satu figur muda yang tengah naik daun di dunia kaligrafi modern. Untuk menyaksikan karya-karya mereka, segera kunjungi Shodo Galerie di kawasan 7th arrondissement Paris.















