Perbatasan di Cité des Sciences: pameran tentang batas-batas di dunia

Oleh Laurent de Sortiraparis · Foto oleh Cécile de Sortiraparis · Diperbarui 11 Maret 2026 pukul 16:17
Di Paris, Cité des Sciences et de l’Industrie mempersembahkan Frontière, sebuah pameran yang dapat dikunjungi mulai 14 April 2026 hingga 2 Januari 2028. Melalui sepuluh situasi nyata dari berbagai belahan dunia, jalur interaktif ini mengajak pengunjung merenungkan makna batasan dari berbagai sudut pandang — geografis, sosial, politik, dan seni. Pameran ini terbuka untuk pengunjung mulai usia 12 tahun ke atas, membantu kita memahami garis pemisah, jalur lintas, dan ketegangan yang melanda dunia masa kini.

Bagaimana jika satu garis sederhana di peta mampu menggambarkan kondisi dunia saat ini? Cité des sciences et de l’industrie di Paris mempersembahkan Frontière, sebuah pameran yang dirancang bekerja sama dengan Universitas Grenoble Alpes, dari 14 April 2026 hingga 2 Januari 2028. Melalui sebuah perjalanan yang menggabungkan unsur geografi, ilmu sosial, seni, dan analisis politik, pengunjung diajak menyelami bagaimana batas-batas terbentuk dalam kenyataan, antara garis-garis yang terlihat, hambatan simbolik, area kontrol, dan zona perlintasan.

Di sini, batasan tidak sekadar garis-garis yang digambar di peta. Mereka juga hadir sebagai jaringan, titik-titik ketegangan, tempat pertukaran, maupun penghalang fisik dan simbolik. Pameran ini mengajak pengunjung untuk mengamati ruang-ruang tersebut yang seringkali diasumsikan tetap, padahal sebenarnya bersifat dinamis, kompleks, dan sangat terkait dengan masyarakat yang melintasinya. Peta, karya seni, kesaksian, foton, serta instalasi interaktif disajikan untuk memahami tema ini dari berbagai sudut pandang, sekaligus menyoroti peran batasan dalam pengaturan dunia modern.

Frontière : l'exposition à la Cité des sciences qui explore les limites du mondeFrontière : l'exposition à la Cité des sciences qui explore les limites du mondeFrontière : l'exposition à la Cité des sciences qui explore les limites du mondeFrontière : l'exposition à la Cité des sciences qui explore les limites du monde
Photo de Greg Bulla sur Unsplash

Sepuluh situasi nyata untuk memahami garis-garis dunia

Bayangkan Anda sedang berada di depan sebuah perbatasan: haruskah melintasinya, menunggu, melewati di sekelilingnya, mengawasinya, atau bahkan menanggungnya? Dengan sepuluh studi kasus yang berasal dari berbagai latar geografis yang sangat berbeda, Perbatasan di Cité des Sciences menyajikan situasi nyata yang kadang sudah familiar, kadang kurang mendapat sorotan media, yang menunjukkan betapa perbatasan adalah objek yang sekaligus nyata, politik, dan simbolik. Perjalanan ini tidak bertujuan untuk menetapkan satu definisi yang tunggal, melainkan untuk memperlihatkan keberagaman bentuk yang dapat diambil oleh satu gagasan sesuai dengan wilayahnya.

Setiap situasi ditempatkan dalam konteks yang lebih luas, meliputi kebijakan migrasi, ketimpangan wilayah, , pergerakan manusia, pengawasan data, hingga berbagi sumber daya. Kunjungan ini mengajak pengunjung merenungkan cara kita menempatkan diri di dunia dan bagaimana kita berhubungan dengan orang lain. Sejak masuk, suasana sudah ditetapkan melalui sebuah instalasi imersif di mana pengunjung dihadapkan pada seorang penjaga perbatasan yang didukung kecerdasan buatan. Pengawasan palsu ini langsung menciptakan atmosfer yang mengganggu, hampir distopia, sehingga topik tersebut terasa sangat nyata dan langsung menggugah pemikiran.

Pandangan menyeluruh mengenai topik yang sedang menjadi perhatian dunia

Isu batas wilayah selalu menjadi topik hangat dalam diskusi publik, media, dan pernyataan politik. Di sini, pembahasan dilakukan tanpa menyederhanakan secara berlebihan, melalui sudut pandang yang lebih luas dan nuansa yang lebih halus. Pameran ini menampilkan bahwa batas-batas wilayah bisa bersifat rapuh, berubah-ubah, tampak nyata maupun tak kasat mata, bersifat fisik maupun simbolis. Batas tersebut bisa berupa garis batas, pos pemeriksaan, batas wilayah laut, zona militer, atau jaringan digital yang kompleks.

Alih-alih hanya menanggapi berita terbaru yang sedang hangat, Perbatasan mengambil langkah mundur untuk menawarkan panduan memahami fenomena ini dengan lebih dalam. Pendekatan ini memungkinkan pengunjung membahas perbatasan tanpa terjebak pada satu pandangan langsung atau kontroversial. Pameran ini juga menyoroti karya para geografer, pandangan mereka di lapangan, serta alat-alat representasi yang mereka gunakan, terutama pemetaan, agar pengunjung dapat membaca garis-garis yang membentuk dunia dengan cara yang berbeda.

Frontière : l'exposition à la Cité des sciences qui explore les limites du mondeFrontière : l'exposition à la Cité des sciences qui explore les limites du mondeFrontière : l'exposition à la Cité des sciences qui explore les limites du mondeFrontière : l'exposition à la Cité des sciences qui explore les limites du monde
Photo de Jannik sur Unsplash

Perjalanan ini terdiri dari sepuluh zona tematik yang memungkinkan pengunjung berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain dan dari satu isu ke isu lainnya. Di situ, terlihat batas antara Meksiko dan Amerika Serikat, perbatasan antara Venezuela dan Kolombia, serta batas tak kasat mata di dunia cyberspace. Selain itu, ada juga pandangan tentang Eropa sebagai sebuah proyek perdamaian dan sekaligus sebagai wilayah dengan garis perbatasan mematikan, batas-batas laut, zona demiliterisasi antara Korea Utara dan Korea Selatan, perbatasan antara Georgia dan Rusia, serta perbatasan antara Cameroun dan Republik Afrika Tengah. Tidak ketinggalan, garis pantai berpasir antara Niger dan Algeria. Setiap contoh menggambarkan sisi berbeda dari realitas, mulai dari pemisahan, pengendalian, ancaman, pergerakan, hingga koeksistensi.

Turut ditutup dengan sebuah film berdurasi 30 menit yang mengikat tema-tema yang telah dibahas selama perjalanan ini, sekaligus memperluas pemahaman kita. Bagian terakhir ini memberi kesempatan untuk berbagi pandangan, mempertanyakan asumsi yang ada, dan mengajak kita merenungkan keseimbangan politik, sosial, dan lingkungan yang membentuk zaman kita. Saat keluar dari sini, batasan tak lagi tampak sebagai sekadar garis pemisah, melainkan sebagai ruang yang penuh cerita, ketegangan, dan pertanyaan yang mendalam tentang masa kini kita.

Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.

Informasi berguna

Tanggal dan jadwal
Dari 14 April 2026 Pada 2 Januari 2028

× Perkiraan waktu buka: untuk mengonfirmasi waktu buka, silakan hubungi restoran.

    Tempat

    30 Avenue Corentin Cariou
    75019 Paris 19

    Perencana rute

    Aksesibilitas

    Mengakses
    Metro: jalur 7, stasiun Porte de la Villette. Bus: jalur 139, 150, 152, stasiun Porte de la Villette. Trem: T3b, stasiun Porte de la Villette.

    Harga
    Tarifs réduits : €4 - €12
    Plein tarif : €15

    Situs resmi
    www.cite-sciences.fr

    Reservasi
    Pesan tiket Anda dengan Paris je t'aime di sini

    Informasi lebih lanjut
    Buka dari Selasa hingga Sabtu, pukul 09.15 hingga 18.00, dan hari Minggu dari pukul 09.15 hingga 19.00.

    Arus
    Komentar
    Perbaiki pencarian Anda
    Perbaiki pencarian Anda
    Perbaiki pencarian Anda
    Perbaiki pencarian Anda