Meskipun sekarang Bercy Village menarik pengunjung untuk berbelanja, restoran, dan bioskop, dulunya tempat ini adalah kerajaan anggur. Hingga tahun 1960-an, daerah ini merupakan rumah bagi Halle aux vins de Bercy, pusat perdagangan anggur terbesar di dunia. Tong-tong tiba melalui sungai atau dari stasiun Rapée, sebelum digulingkan ke gudang berkat jaringan rel yang dibangun di dalam tanah. Jejak-jejak ini, yang masih terlihat di Cour Saint-Émilion, merupakan pengingat akan kesibukan yang tak henti-hentinya yang pernah menghidupkan distrik ini.
Jika Anda berjalan-jalan di Cour Saint-Émilion di Desa Bercy, perhatikan baik-baik! Anda akan menemukan rel-rel tua ini di batu-batu bulat, sisa-sisa zaman keemasan perdagangan anggur Paris. Di tengah-tengah batu-batu bulat, rel-rel tersebut mungkin terlihat dekoratif saat ini, tetapi sangat penting untuk logistik. Ketika situs ini dibangun kembali pada tahun 1990-an, para arsitek ingin melestarikan saksi-saksi masa lalu ini.
Anda juga akan melihat gudang-gudang anggur tua dengan kubah batu yang telah dipugar, sebuah latar arsitektur industri yang telah bertahan menghadapi perubahan di distrik ini. Dan jika Anda ingin melihat lebih banyak lagi rel kereta api tua yang telah dilestarikan dari waktu ke waktu, lakukan perjalanan ke Petite Ceinture!
Bercy Village: Pusat perbelanjaan di arondisemen ke-12 Paris
Bercy Village adalah pusat perbelanjaan dan rekreasi di arondisemen 12ᵉ Paris, di seberang Perpustakaan François Mitterrand. Mode, kecantikan, kesehatan, rekreasi, dekorasi rumah, inilah yang ditawarkan oleh Bercy Village. [Baca selengkapnya]



Bercy Village: Pusat perbelanjaan di arondisemen ke-12 Paris














