Bayangkan permen bening yang dibuat sejak tahun 1638 di sebuah biara Benediktin di Seine-et-Marne (77), yang awalnya dirancang untuk melembutkan suara para pengkhotbah. Ini adalah gula jelai dari Religius Moret-sur-Loing, berlingot atau tongkat dengan aroma jelai yang lembut, yang masih dibuat hingga saat ini sesuai dengan resep leluhur.
Penganan manis legendaris ini, yang diproduksi secara lokal dan berakar di Moret-sur-Loing, adalah salah satu penganan khas Seine-et-Marne, di samping poppy Nemours. Ini mewujudkan tradisi yang dilestarikan dengan sempurna, sebuah jembatan antara pengobatan kuno di biara-biara dan kenikmatan masa kini. Lebih dari sekadar manisan, ini adalah kapsul rasa dari abad ke-17!
Bergabunglah bersama kami saat kami menjelajahi asal-usul gula jelai dari para biarawati Moret-sur-Loing, makanan manis yang penuh mitos dengan cita rasa sejarah, dan lambang asli daerah setempat di Ile-de-France.
Gula jelai Moret-sur-Loing adalah salah satu manisan tertua di Prancis! Sejarah penganan ini berawal pada tahun 1638, ketika para biarawati biara Notre-Dame-des-Anges di Moret-sur-Loing mengembangkan resep yang memadukan gula tebu dan rebusan jelai mutiara. Mereka menambahkan sedikit cuka untuk mencegah kristalisasi, dan membuat stik atau berlingot untuk meredakan sakit tenggorokan dan menenangkan suara biara dan paroki.
Kelezatan ini dengan cepat memperoleh status sebagai obat kerajaan, diadopsi oleh istana Louis XIV, dan kemudian diakui oleh para orator terkenal seperti uskup Prancis Jacques-Bénigne Bossuet.
Legenda mengatakan bahwa Napoleon I menyukai gula jelai ini untuk menenangkan tenggorokannya di hadapan para penonton. Belakangan, aktris Sarah Bernhardt yang tidak pernah naik ke atas panggung tanpa menghangatkan suaranya dengan berlingot Moret.
Resepnya hampir tidak pernah berubah sejak pertama kali dibuat. Terbuat dari gula tebu yang dimasak dalam rebusan jelai, manisan ini sama sekali tidak mengandung zat pewarna atau perasa. Produksi sempat terhenti selama Revolusi Prancis, namun resepnya diturunkan secara lisan dari biarawati ke biarawati agar tidak hilang.
Meskipun sudah tidak diproduksi oleh para biarawati sejak tahun 1972, Des Lis Chocolat, yang berbasis di Nemours, telah mengambil alih dan terus membuat gula jelai dari para biarawati Moret-sur-Loing dengan menggunakan metode asli.
Gula menjadi cair setelah dimasak dengan suhu sekitar 150°C, kemudian dituangkan ke atas meja marmer untuk didinginkan sebelum dikerjakan dengan tangan. Pada tahap inilah para pembuat manisan menentukan bentuk akhirnya. Ada dua bentuk untuk gula jelai Moret-sur-Loing: batang tembus pandang dan berlingot segitiga transparan, yang terakhir ini sering ditandai dengan tanda silang dan inisial RM untuk"Religieuses de Moret".
Setiap bonbon kemudian ditaburi dengan gula halus untuk mencegahnya menempel pada kaleng, sebuah teknik tradisional yang masih digunakan sampai sekarang.
Bertempat di Provencher Mill, di sebuah pulau di tengah Sungai Loing, Museum Sucre d'Orge menelusuri jejak tradisi penganan selama lebih dari 300 tahun. Museum ini memamerkan alat-alat yang digunakan dalam produksi, menceritakan tahapan sejarah utama dan menawarkan sesi mencicipi di toko di Place Royale. Namun perlu diketahui bahwa museum ini sedang ditutup untuk renovasi dan akan dibuka kembali pada tahun 2026.
Wilayah Paris melalui terroirnya : Temukan spesialisasi kuliner Île-de-France
Anda merasa sudah mengenal wilayah Paris seperti punggung tangan Anda, tetapi seberapa jauh Anda mengenal terroir-nya? Maka mengapa tidak segera berangkat untuk menemukan kuliner khas wilayah Île-de-France! [Baca selengkapnya]
Halaman ini dapat mengandung elemen yang dibantu oleh AI, informasi lebih lanjut di sini.
Tempat
Moret-sur-Loing
moret-sur-loing
77250 Moret sur Loing
Situs resmi
www.deslischocolat.com



Wilayah Paris melalui terroirnya : Temukan spesialisasi kuliner Île-de-France










