Jembatan Notre-Dame, dari Grand-Pont Romawi hingga "Jembatan Setan"

Oleh Manon de Sortiraparis · Diperbarui 28 Agustus 2026 pukul 16:03
Jembatan Notre-Dame telah mengalami berbagai perubahan arsitektur! Harus diakui, pada akhir abad ke-18 jembatan itu dikenal begitu berbahaya sehingga ia dijuluki Jembatan Setan.

Jembatan Notre-Dame mungkin tidak seterkenal beberapa jembatan Paris lainnya, namun sejarahnya membawamu kembali ke inti lahirnya Paris itu sendiri. Di lokasi ini kemungkinan sejak Zaman Kuno berdiri Grand-Pont Romawi, yang memungkinkan poros utara-selatan dari Lutèce menyeberangi Sungai Seine sebagai kelanjutan dari Petit-Pont.

Setelah invasi Normand, sejarah lintasan di lokasi ini menjadi lebih sulit ditelusuri. Pada Moyen Âge muncul terutama sebuah passage en bois yang dikenal sebagai Planches-Mibray, terseret arus pada tahun 1406. Beberapa tahun kemudian, pada tanggal 31 Mei 1413, Charles VI secara simbolis turut memulai pembangunan jembatan baru dengan memukul tiang pertamanya.

Selesai dibangun pada 1421, jembatan Notre-Dame yang pertama ini terbuat dari kayu dan menopang sekitar enam puluh rumah, tiga puluh di setiap sisi, tempat para pandai besi senjata dan pedagang buku berdatangan. Ciri khas yang cukup mencengangkan untuk zamannya: rumah-rumah ini sudah diberi nomor dengan angka Romawi.

Tetap saja, tinggal di atas Sungai Seine tidak tanpa risiko. Pada 28 Oktober 1499, jembatan itu, yang kondisinya sudah dilaporkan memburuk, sangat ambruk bersamaan dengan rumah-rumah yang mendukungnya. Pembangunan kembali pun diputuskan dengan cepat, dan sebuah karya baru, kali ini berbahan batu, didirikan antara 1501 dan 1512. Ia pun kembali menampung deretan rumah dan toko-toko. Pont Notre-Dame kemudian menjadi sebuah jalan perdagangan yang sangat sibuk dan bahkan sempat dilalui beberapa rombongan kerajaan saat upacara kedatangan resmi ke Paris.

Histoire du Pont Notre-DameHistoire du Pont Notre-DameHistoire du Pont Notre-DameHistoire du Pont Notre-Dame
Dinkum

Di akhir abad ke-18, wajah jembatan ini berubah secara radikal. Penghapusan rumah-rumahnya diputuskan sejak 1769 di bawah Louis XV, tetapi kita harus menunggu hingga 1786, di bawah Louis XVI, untuk benar-benar hilang. Parapet pembatas dan trotoar kemudian dibuat. Selama Revolusi Prancis, jembatan ini juga berganti nama dan sempat dikenal sebagai Jembatan Rasio.

Pembangunan abad ke-16 akhirnya lenyap pada abad ke-19. Sebuah jembatan baru dibangun di lokasinya pada pertengahan abad itu, namun konfigurasinya cepat menimbulkan masalah bagi navigasi di Sungai Seine. Lengkungan dan pilar-pilarnya menciptakan rintangan berbahaya bagi kapal, dan kecelakaan pun makin banyak, sehingga para pelaut memberikan julukan kelam kepada jembatan itu: "Jembatan Setan".

Untuk memperbaiki navigasi, jembatan ini kembali direnovasi pada awal abad ke-20. Lengkungan tengah logam dari Jembatan Notre-Dame yang ada sekarang mulai beroperasi pada tahun 1919, berdasarkan desain yang terkait dengan insinyur Jean Résal, yang juga dikenal karena karyanya pada Pont Mirabeau dan Pont Alexandre III. Inilah karya tersebut yang masih kita lintasi hingga hari ini untuk menuju Île de la Cité!

Informasi berguna

Tanggal dan jadwal
Hari-hari berikutnya
Jumat : dari 00:00 memiliki 23:59
SABTU : dari 00:00 memiliki 23:59
Minggu : dari 00:00 memiliki 23:59
Senin : dari 00:00 memiliki 23:59
Selasa : dari 00:00 memiliki 23:59
Rabu : dari 00:00 memiliki 23:59
KAMIS : dari 00:00 memiliki 23:59

× Perkiraan waktu buka: untuk mengonfirmasi waktu buka, silakan hubungi restoran.

    Tempat

    Pont Notre-Dame
    75004 Paris 4

    Perencana rute

    Komentar