Rue du Faubourg-Saint-Honoré, pandangan orang-orang secara alami tertuju ke istana Élysée. Namun, beberapa nomor di jalan yang sama, sebuah gedung lain menarik perhatian para penggemar warisan: Hôtel de Charost. Ini adalah salah satu kediaman diplomatik paling bergengsi di Paris.
Ruang-ruang salon yang kaya dekorasi, tangga-tangga megah, taman yang rindang, dan perabot antik membentuk satu kesatuan istimewa tempat para diplomat, penguasa, kepala negara, dan tokoh-tokoh dunia telah bersinggungan selama lebih dari dua abad. Selalu dihuni oleh duta besar Britania Raya untuk Prancis, Hôtel de Charost tetap menjadi tempat yang hidup, di jantung hubungan Prancis-Inggris. Biasanya tertutup untuk umum, tempat ini hanya memperlihatkan hartanya pada kesempatan yang sangat langka.
Hôtel de Charost didirikan antara tahun 1720 dan 1722 untuk Paul de Beauvilliers, duc de Saint-Aignan, menurut rencana arsitek Antoine Mazin. Pada masa itu, faubourg Saint-Honoré menjadi salah satu distrik paling diminati kalangan aristokrat Paris. Beberapa dekade kemudian, kediaman itu dibeli oleh Paul François Jean Nicolas de Barras, sebelum kemudian memiliki beberapa pemilik lainnya.
Pada tahun 1803, ia dibeli oleh Pauline Borghèse, saudari Napoleon Bonaparte. Tertarik dengan keanggunan tempatnya, ia memulai pekerjaan perbaikan besar-besaran dan mengubah kediaman itu menjadi sebuah istana bergaya Empire. Dekorasi yang dibuat pada masa itu hingga kini termasuk di antara yang paling menonjol di hotel ini.
Setelah kejatuhan Napoleon, Pemerintah Britania Raya mencari kediaman tetap untuk duta besarnya di Paris. Pada 1814, Hôtel de Charost dibeli oleh Mahkota Britania. Sejak saat itu, bangunan ini telah menjadi kediaman resmi bagi semua duta besar Britania Raya di Prancis, menjadikannya salah satu kediaman diplomatik Britania tertua yang masih digunakan di dunia.
Seiring berjalannya waktu, tempat ini telah menjadi panggung bagi banyak pertemuan diplomatik, negosiasi internasional, serta jamuan resmi yang mempertemukan para penguasa, presiden republik, dan kepala pemerintahan.
Hôtel de Charost memikat pengunjung tidak hanya lewat arsitekturnya tetapi juga koleksinya. Para pengunjung menjelajahi ruang-ruang tamu yang dihias dengan boiseries abad ke-18, perapian marmer, lampu gantung kristal, dan perabotan era itu yang dilengkapi dengan beragam karya seni Inggris. Setiap duta besar berkontribusi memperkaya tempat ini, sambil menjaga keharmonisan sejarah kediaman tersebut.
Di sana terkumpul potret-potret penguasa, lukisan dari para maestro, mebel kuno, serta sejumlah benda yang mengingatkan hubungan sejarah antara Prancis dan Britania Raya. Taman, yang berada di belakang kediaman, menjadi salah satu taman pribadi terluas di daerah Faubourg-Saint-Honoré.
Sejak lebih dari dua abad yang lalu, Hôtel de Charost telah menjadi saksi bisu bagi banyak bab sejarah hubungan Prancis-Britania. Dari negosiasi yang terkait dengan perang Napoleon hingga peringatan dua perang dunia, melalui kunjungan Ratu Elizabeth II, Raja Charles III, maupun banyak Perdana Menteri Britania, kediaman ini tetap menjadi salah satu simbol hubungan antara kedua negara.
Hingga kini, bangunan ini tetap menjadi tuan rumah resepsi resmi, pertemuan diplomatik, acara budaya, dan upacara yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Inggris.
Ya, tetapi hanya pada pembukaan istimewa. Hôtel de Charost tidak dibuka untuk publik secara reguler karena tetap menjadi kediaman resmi duta besar Inggris di Prancis serta sebuah situs diplomatik yang masih aktif. Namun, kedutaan Besar Inggris secara rutin berpartisipasi dalam Journées européennes du patrimoine!
Kunjungan gratis ini mendapat sambutan luar biasa dan biasanya memerlukan reservasi terlebih dahulu. Sesekali, kedutaan juga mengadakan acara budaya, ceramah umum, dan pameran yang bisa diakses melalui pendaftaran. Namun di luar acara-acara tersebut, Hôtel de Charost tetap menjadi salah satu kediaman diplomatik terindah di Paris, yang pintunya hanya beberapa hari dalam setahun!
Tempat-tempat di Paris yang sering kita kira tertutup… tapi sebenarnya bisa Anda kunjungi (dan kami jelaskan caranya)
Temukan tempat-tempat ikonik di Paris yang sering dipandang hanya untuk institusi atau pejabat, tetapi ternyata juga dibuka bagi publik. Élysée, Matignon, Sénat, monumen keagamaan… Kami jelaskan kapan dan bagaimana Anda bisa mengunjunginya. [Baca selengkapnya]
Tanggal dan jadwal
Hari-hari berikutnya
Senin :
dari 00:00 memiliki 23:59
Selasa :
dari 00:00 memiliki 23:59
Rabu :
dari 00:00 memiliki 23:59
KAMIS :
dari 00:00 memiliki 23:59
Jumat :
dari 00:00 memiliki 23:59
SABTU :
dari 00:00 memiliki 23:59
Minggu :
dari 00:00 memiliki 23:59
Tempat
Hôtel de Charost
37 Rue du Faubourg Saint-Honoré
75008 Paris 8
Perencana rute
Mengakses
Metro 1, 8 atau 12 Concorde











Tempat-tempat di Paris yang sering kita kira tertutup… tapi sebenarnya bisa Anda kunjungi (dan kami jelaskan caranya)














