Santai di teras, kisah dan asal-usul tradisi Paris yang telah menjadi ikon di seluruh dunia

Oleh Manon de Sortiraparis · Foto oleh My de Sortiraparis · Diperbarui 28 Januari 2026 pukul 13:40 · Diterbitkan di 27 Januari 2026 pukul 17:04
Simbol universal kehidupan ala Paris, teras kafe bukanlah hal yang kebetulan. Mari kita kilas kembali tradisi yang sudah lebih dari satu abad ini, yang mencerminkan perubahan sosial, semangat perkotaan, serta pesona Paris yang sulit ditangkap.

Bayangkan Paris di masa peralihan abad ke-19: jalan-jalan utama yang baru direnovasi dengan gaya Haussmann, trotoar yang semakin meluas, kafe-kafe yang memenuhi sepanjang jalan... dan warga Paris yang penuh rasa ingin tahu, lebih suka mengamati dunia dari luar daripada berdiam di dalam ruang tertutup salon yang mewah.

Di tengah suasana yang penuh semangat perkotaan, kemodernan sosial, dan kehidupan jalanan, tradisi kafe terbuka atau teraspun lahir. Lebih dari sekadar tempat duduk dan meja, ini sejak lama menjadi institusi budaya yang melekat erat dalam kehidupan masyarakat.

Awal Mula Kehidupan di Luar Ruangan

🌞 Terraza Paris mulai berkembang berkat terbukanya jalan-jalan di boulevard dan semakin populernya kafe-kafe favorit abad ke-19. Sebelumnya, minuman biasanya dinikmati di dalam ruangan, namun dengan perluasan kota, para pedagang mulai menata kursi dan meja di trotoar yang lebar: ini adalah cikal bakal dari teras makan di luar.

Mereka menjawab kebutuhan akan kebersamaan dan udara segar di sebuah kota yang tengah mengalami pertumbuhan industri. Di sana, kaum bourgeois, seniman, dan pekerja saling berbaur, menggabungkan kenyamanan kopi dengan pemandangan jalanan yang hidup. Terass pun cepat menjadi tempat berkumpul untuk pertemuan sosial. Mereka membaca, berdebat, mengamati para pejalan kaki, dan menjalin hubungan. Aktivitas yang kemudian melahirkan klise romantis dari kehidupan Paris!

Dari kalangan bawah ke elit bohemia

Sering dikunjungi oleh berbagai kalangan (pengrajin, pekerja, hingga mahasiswa), terras semakin populer dan mudah diakses. Tempat ini tidak lagi menjadi milik eksklusif kalangan kaya atau ruang tertutup saja, melainkan menjadi ruang terbuka untuk semua lapisan masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, kalangan intelektual dan seniman mulai menyatu dengan para penduduk setempat. Paris berubah menjadi panggung di mana kafe di teras menjadi lebih dari sekadar tempat minum, melainkan juga latar dan tokoh utama dalam kisah kehidupan kota ini.

Sebuah tradisi yang menjadi ikon dunia

Dengan jalanan pejalan kaki yang ramai, boulevard yang lebar, dan iklim yang mendukung gaya hidup di luar ruangan, Kota Cahaya menawarkan suasana yang sempurna untuk menikmati santai di teras. Seiring waktu, para penulis dan fotografer telah mengabadikan momen-momen ini, yang tampaknya menangkap jiwanya Paris sendiri sebagai pusat seni dan kehidupan.

Dalam waktu singkat, teras paris menjadi sumber inspirasi bagi kedai kopi dan bistro di seluruh dunia yang berusaha menghadirkan kembali perpaduan pesona, suasana santai, dan kehangatan interaksi sosial.

Les Deux Magots - Goûter - terrasse -  A7C0843Les Deux Magots - Goûter - terrasse -  A7C0843Les Deux Magots - Goûter - terrasse -  A7C0843Les Deux Magots - Goûter - terrasse -  A7C0843 Restoran dan kafe legendaris di Paris seni dan sastra, alamat-alamat bersejarah
Benamkan diri Anda di Paris tempo dulu, dan temukan restoran, bistro, dan kafe legendaris dan bersejarah tempat para seniman, penulis, dan intelektual biasa bertemu. [Baca selengkapnya]

Informasi berguna
Komentar
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda