salted bread façon parisienne, mulai sekarang. 18 dan 19 April 2026, dari jam 10:00 hingga 18:00, Salted Boy membuka pop-up perdana di 139 rue du Temple, di jantung 3e arrondissement, tak jauh dari Place de la République dan Centre Pompidou. Debut Paris untuk proyek ini lahir dari obsesi yang dibawa langsung dari Korea Selatan.
Shiopan, yang merupakan nama Jepangnya, lahir di Jepang pada pertengahan tahun 2010-an sebelum akhirnya menjadi institusi di semua toko roti Korea dengan sebutan sogeum-ppang. Prinsipnya sederhana namun sangat efektif: adonan dibentuk segitiga lalu digulung di sekitar blok mentega, yang meleleh saat dimasak dan secara harfiah menggoreng bagian dasar roti, menciptakan bawah yang renyah dan karamelisasi sementara bagian dalamnya tetap lembut dan mengembang. Sejumput garam diletakkan di bagian atas untuk menyeimbangkan semuanya. Inilah kontras mentega-krispi-garam yang membuat shiopan begitu susah dilepaskan setelah dicicipi. Bukan croissant, bukan brioche, bukan roti tawar; itu sesuatu yang unik, berada di antara ketiganya. Wajib dicoba untuk benar-benar memahaminya.
Di Salted Boy, orang-orang tidak sekadar makan roti. Mereka datang untuk dipper. Di sinilah tawaran itu benar-benar menjadi unik. salted bread signature yang diciptakan oleh Anthony Nguyen dirancang untuk dicelupkan ke dalam salah satu dari tiga krim yang ditawarkan, sesuai keinginan saat itu.
krim kelapa pandan dalam trio ini tentu yang paling menarik. Pandan, tanaman yang sangat umum dipakai dalam kue-kue Asia Tenggara, memberi nuansa manis lembut, sedikit vanili dan herba, dengan warna hijau pucat yang langsung dikenali. Dipadukan dengan kelapa, ia menghasilkan krim yang segar sekaligus membungkus, kontrasnya cantik dengan mentega panas pada roti. krim cokelat menonjolkan kelembutan yang jujur bagi para penikmat, sementara keju krim memuaskan mereka yang lebih suka nuansa asin-krimi.
Untuk menemani semua itu, minuman dipercayakan kepada Viahe Caphê, sebuah alamat di Paris yang disukai para penikmat kopi spesialti, yang menghadirkan signature drinks mereka untuk kesempatan ini: kopi olahan, matcha, dan beberapa kejutan yang telah diumumkan. Padanan minuman-roti mentega dipertimbangkan dengan teliti, dalam semangat pengalaman kuliner yang lengkap ketimbang hanya stan bawa pulang.
Suasana yang dijanjikan juga tercermin dalam semangat proyek ini: musik yang apik, perhatian pada produknya, dan antusiasme besar untuk pertemuan perdana di Paris. Di balik Salted Boy, ada tiga bulan kerja penuh tenaga, lebih dari 50 uji coba, dan keinginan sungguh-sungguh untuk berbagi sesuatu yang tulus dengan siapa saja yang akan melintasi pintu.
Catatan penting: jumlahnya terbatas setiap hari, dengan batch pertama tersedia mulai jam 10:00 hingga habis. Jangan rencanakan kunjungan pada sore hari. Pada akhir pekan yang sama, tepat di sampingnya, Agatto dan Marine Zerbib juga menggelar pop-up mereka yang membahas cookies dan daifuku, membuat jalanan Rue du Temple jadi rute kuliner yang seru.
Pop-up Salted Boy akan berlangsung pada tanggal 18 dan 19 April 2026, pukul 10:00–18:00, bertempat di 139 rue du Temple, Paris 3e, mudah dicapai dari stasiun metro Temple atau République. Semua perkembangan terkait proyek ini bisa diikuti melalui akun Instagram. Jika semuanya berjalan lancar, segera hadir alamat tetap untuk Salted Boy.
Penilaian kami: Konsep yang benar-benar menggugah selera, dibawa dengan penuh perhatian, dan punya identitas yang kuat. Kami suka ide memadukan kopi spesial dengan roti mentega yang bikin ketagihan di satu tempat, dan krim pandan jelas menjadi bintang. Coba jika Anda berada di area sekitar.
Untuk siapa ini ditujukan: Para penikmat kancah kuliner Paris, penggemar boulangerie Asia dan kopi spesial, serta semua orang yang menyukai proyek teman-teman yang dijalankan dengan sepenuh hati.
Tanggal dan jadwal
Dari 18 April 2026 Pada 19 April 2026
Tempat
Bocah Garam
139 Rue du Temple
75003 Paris 3
Situs resmi
www.instagram.com



































