Sebuah permata arsitektur dan institusi Paris, Le Train Bleu adalah bagian dari sejarah, yang tertahan oleh waktu. Terletak di lantai pertama Gare de Lyon, tempat mewah ini telah memadukan warisan budaya, kuliner, dan seni selama lebih dari satu abad.
Masuki dunia di mana kemegahan Belle Époque menjadi hidup di atas meja, dalam suasana teatrikal dengan lukisan dinding yang monumental dan jamuan beludru.
Le Train Bleu lahir pada tahun 1900 bertepatan denganPameran Universal di Paris, pada saat kota ini mendapatkan simbol-simbol arsitektur baru.Arsitek Marius Toudoire, yang juga bertanggung jawab atas menara jam terkenal di Gare de Lyon, ditugaskan untuk mendesain Buffet de la Gare, yang dimaksudkan untuk melayani pelanggan bergengsi yang sedang transit ke selatan Prancis. Diresmikan pada tahun 1901 oleh Presiden Republik Emile Loubet, prasmanan ini dengan cepat menjadi suatu keharusan bagi para pelancong kelas atas, seniman, penulis, dan bangsawan. Tujuannya: untuk menawarkan pengalaman kuliner yang mewah di lingkungan yang mewah, bahkan sebelum meninggalkan Paris. Pada tahun 1963, restoran ini menggunakan nama Train Bleu, sebagai penghormatan kepada jalur kereta api legendaris Paris-Vintimille yang menghubungkan ibu kota dengan resor tepi pantai di Côte d'Azur dan Italia. Kereta mewah yang sering digunakan oleh kaum borjuis dan seniman ini memperluas citra perjalanan yang elegan dan tanpa beban. Restoran ini menjadi simbol kemewahan perkeretaapian Prancis.
Sejak awal, Le Train Bleu telah dirancang sebagai latar teater. Tempat ini menyatukan segala sesuatu yang spektakuler yang dapat dihasilkan oleh Belle Époque: lukisan dinding, lampu gantung pampille, penyepuhan yang melimpah, kayu berukir, lantai parket asli, meja makan kulit berlapis kain, jam besar, semuanya bermandikan cahaya alami. Suasana yang membangkitkan kemewahan dan kemegahan hotel-hotel m egah di akhir abad ke-19. Pada tahun 1972, beberapa ruangan di restoran ini terdaftar sebagai monumen bersejarah: ruang makan utama, lounge emas, lounge Tunisia dan Aljazair, serta koridor akses, kini dilindungi karena warisan dan nilai artistiknya. Bahkan saat ini, bersantap di sini seperti masuk ke dalam mesin waktu, jauh dari hiruk pikuk peron dan masuk ke dalam jantung mitos perkeretaapian.
Jika dekorasinya mengesankan, hidangan di Le Train Bleu juga tidak kalah. Di bawah naungan chef berbintang Michelin, Michel Rostang, yang kini menjadi konsultan kuliner, menu yang disajikan di sini adalah hidangan klasik Prancis: kaki domba menyusui, pike quenelles dengan saus Nantua, sole meunière, foie gras, millefeuille, baba au rhum. Hidangan abadi yang disajikan dengan cita rasa klasik yang sesuai dengan tempatnya. Ambisi The Maison adalah menghidupkan kembali santapan ala Prancis, dengan layanan kuno dan ukiran di ruang makan, dalam suasana unik yang memadukan kemegahan dan kelembutan.
Sebagai landmark di Gare de Lyon, Le Train Bleu adalah bagian dari imajinasi kolektif kita. Tempat ini telah menyambut para pelancong, selebriti, penulis, dan pembuat film dari berbagai generasi. Jean Cocteau, Brigitte Bardot, Salvador Dali, dan Coco Chanel pernah terlihat di sana. Tempat ini juga pernah digunakan sebagai lokasi syuting film, terutama film Nikita karya Luc Besson. Orang-orang datang ke sini untuk makan siang sebelum naik kereta, makan malam setelah pertunjukan, untuk merayakan momen spesial atau sekadar beristirahat sejenak. Sebuah institusi yang terus memukau.
Tempat
Le Train Bleu
Place Louis Armand
75012 Paris 12
Situs resmi
www.le-train-bleu.com



















