Sejarah singkat restoran terbaik di Paris: Au Rocher de Cancale, restoran yang didedikasikan untuk tiram

Oleh My de Sortiraparis · Foto oleh My de Sortiraparis · Diperbarui 22 Februari 2024 pukul 12:09 · Diterbitkan di 21 Februari 2024 pukul 12:09
Fasad biru dari restoran "Au Rocher de Cancale" tidak membuat siapa pun acuh tak acuh. Pernahkah Anda bertanya-tanya apa yang dilakukan restoran khas tepi pantai ini di tengah-tengah rue Montorgueil? Kami akan membawa Anda dalam perjalanan untuk menemukan sejarah tempat yang tidak biasa ini, yang masih menjadi favorit para pecinta kuliner hingga saat ini.

Menyelami sejarah Rocher de Cancale berarti memulai perjalanan melintasi waktu, ke jantung evolusi kuliner dan budaya Paris. Sejak didirikan pada tahun 1804 oleh Alexis Balaine, restoran bersejarah ini telah menjadi landmark ikonik di rue Montorgueil, kawasan yang secara historis terkait dengan perdagangan ikan segar dari pantai Normandia dan Picardie. Le Rocher de Cancale, dengan spesialisasinya berupatiram goreng atau disajikan "dalam cangkang", dengan cepat menarik perhatian masyarakat Paris, menjadi tempat pertemuan yang tak terlewatkan setelah menonton teater.

Tahukah Anda bahwa pada abad ke-19, jutaan tiram dikonsumsi setiap tahun di Paris? Pada masa itu, kota Paris terkenal mengonsumsi hampir 17 juta moluska ini setiap tahun, yang menegaskan statusnya sebagai kota dengan selera yang halus. Di antara tempat-tempat yang digemari para penikmat kuliner adalah Rocher de Cancale yang terkenal. Nama ini mengingatkan pada tempat yang ikonik bagi para pecinta kuliner di ibu kota, meskipun tempat ini tidak terletak di atas batu karang, juga tidak di Cancale, melainkan di jantung kota Paris, di kawasan Les Halles yang ramai.

Au Rocher de Cancale, le restaurant historique à la façade bleue rue Montorgueil -  A7C8742Au Rocher de Cancale, le restaurant historique à la façade bleue rue Montorgueil -  A7C8742Au Rocher de Cancale, le restaurant historique à la façade bleue rue Montorgueil -  A7C8742Au Rocher de Cancale, le restaurant historique à la façade bleue rue Montorgueil -  A7C8742

Menyelami sejarah Rocher de Cancale berarti memulai perjalanan melintasi waktu, ke jantung evolusi kuliner dan budaya Paris. Sejak didirikan pada tahun 1804 oleh Alexis Balaine, restoran bersejarah ini telah menjadi landmark ikonik di rue Montorgueil, kawasan yang secara historis terkait dengan perdagangan ikan segar dari pantai Normandia dan Picardie. Le Rocher de Cancale, dengan spesialisasinya berupatiram goreng atau disajikan "dalam cangkang", dengan cepat menarik perhatian masyarakat Paris, menjadi tempat pertemuan yang tak terlewatkan setelah menonton teater.

Tahukah Anda bahwa pada abad ke-19, jutaan tiram dikonsumsi setiap tahun di Paris? Pada masa itu, kota Paris terkenal mengonsumsi hampir 17 juta moluska ini setiap tahun, yang menegaskan statusnya sebagai kota dengan selera yang halus. Di antara tempat-tempat yang digemari para penikmat kuliner adalah Rocher de Cancale yang terkenal. Nama ini mengingatkan pada tempat yang ikonik bagi para pecinta kuliner di ibu kota, meskipun tempat ini tidak terletak di atas batu karang, juga tidak di Cancale, melainkan di jantung kota Paris, di kawasan Les Halles yang ramai.

Restoran ini telah menarik tokoh-tokoh terkenal seperti Alexandre Dumas, Théophile Gautier, dan Eugène Sue. Le Rocher de Cancale juga telah meninggalkan jejak dalam dunia sastra, diabadikan oleh Balzac dalam La Comédie Humaine, di mana penulisnya sendiri sangat menikmati hidangan di sana karena sangat menyukai tiram. Ketenaran sastra ini telah berkontribusi besar pada prestise restoran ini sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan gastronomi, budaya, dan sejarah Paris, hingga akhirnya ditetapkan sebagai monumen bersejarah pada tahun 1997.

Alexandre Balthazar Laurent Grimod de La Reynière, kritikus gastronomi terkenal pada masa itu dan pendiri kritik gastronomi modern, menyelenggarakan pertemuan-pertemuan terkenalnya yang disebut "Caveau Moderne" atau "Nouveau Caveau" di sana sejak tahun 1806. Dalam Almanach des Gourmands yang terkenal, yang diterbitkan antara tahun 1803 dan 1812, Grimod de La Reynière mengangkat Rocher de Cancale sebagai tempat gastronomi Paris yang terkenal. Pertemuan-pertemuan ini, yang diadakan setiap tanggal 20 setiap bulan, mengumpulkan juri pencicip yang terdiri dari penyanyi, sastrawan, dan gastronomi. Selama sesi tersebut, para tamu mencicipi dan mengevaluasi hidangan dari restoran, pembuat kue, dan katering. Mereka menikmati "seratus tiram" sambil bertukar puisi, teka-teki, dan pertimbangan gastronomi.

Au Rocher de Cancale, le restaurant historique à la façade bleue rue Montorgueil - IMG 5209Au Rocher de Cancale, le restaurant historique à la façade bleue rue Montorgueil - IMG 5209Au Rocher de Cancale, le restaurant historique à la façade bleue rue Montorgueil - IMG 5209Au Rocher de Cancale, le restaurant historique à la façade bleue rue Montorgueil - IMG 5209

Grimod de La Reynière, tokoh eksentrik yang lahir dengan kelainan bentuk tubuh dan tangan yang atrofi, menjadikan menulis sebagai fokus utama dalam hidupnya. Dalam Almanach-nya, ia menjelajahi jalan-jalan Paris untuk mencari pengrajin terbaik dan memberikan deskripsi produk yang sangat berharga. Ia merekomendasikan alamat-alamat terbaik di Paris dan memberikan saran praktis tentang cara mengonsumsi tiram dan hidangan lezat lainnya. Anggota juri dipilih dari sekitar seratus "rahang terhormat yang telah teruji oleh hidangan lezat". Di antara mereka terdapat dokter Gastaldy, marquis d'Aigrefeuille, terkadang Cambacérès sendiri, Talma, Mademoiselle Mars, dan tentu saja Alexis Balaine, pemilik tempat tersebut yang namanya seolah-olah ditakdirkan untuk menjadi pedagang produk laut.

Di sinilah juga "sole normande" diciptakan oleh chef Langlais pada tahun 1837, sebuah kreasi kuliner yang akan menandai sejarah gastronomi Prancis.

Awalnya, "Au Rocher de Cancale" pertama kali didirikan pada tahun 1804 di 59 rue Montorgueil, memanfaatkan lokasi strategisnya, tempat perdagangan yang ramai, dan titik pertemuan yang disukai para petambak tiram. Pada akhir Kekaisaran Pertama, Balaine, pemilik pertama, menyerahkan Rocher de Cancale kepada seseorang bernama Borel, yang kemudian bangkrut pada tahun 1846. Setelah ditutup sebentar dan pindah ke Rue Richelieu selama setahun, restoran ini bangkit kembali, tapi kali ini di seberang jalan, di depan lokasi aslinya. Lokasi ini sekarang bisa kamu temukan di nomor 78.

Fasad restoran, yang telah direnovasi untuk menonjolkan warna biru pastel yang elegan dengan sentuhan kayu berukiran bergaya Louis XVI, serta lukisan dinding interior karya Gavarni, menjadi bukti warisan artistik dan gastronomi tempat ini. Lukisan-lukisan minyak di atas plester ini, yang lima panel segi delapan masih tersisa hingga saat ini, menggambarkan tema-tema karnaval dan menggambarkan para pengunjung tetap restoran ini: para pengunjung restoran, para pecinta kuliner, serta lukisan-lukisan benda mati yang menggambarkan hasil buruan, ikan, dan buah-buahan. Yang paling terkenal di antaranya, "Le mangeur d'huître" (Pemakan Tiram), dengan sempurna menggambarkan spesialisasi tempat ini dan kegemaran orang Paris terhadap moluska ini.

Keunikan Rocher de Cancale tidak hanya terletak pada lingkungannya yang kaya akan sejarah, tetapi juga pada hidangan yang ditawarkannya. Menu Rocher de Cancale mencerminkan tradisi ini, sekaligus menyesuaikan dengan selera kontemporer. Hidangan pembuka, seperti ravioli Royan atau escargot Bourgogne, merupakan penghormatan terhadap produk lokal dan kehalusan masakan Prancis. Hidangan utama, seperti punggung ikan cod panggang atau entrecôte dengan saus roquefort, disiapkan dengan cermat, menghormati teknik kuliner yang diwariskan dari abad-abad sebelumnya. Hidangan penutup, dari crème brûlée dengan vanila bourbon hingga mi-cuit cokelat, mengakhiri hidangan dengan sentuhan manis tradisional.

Selain itu, Rue Montorgueil juga memiliki tempat-tempat bersejarah lainnya seperti toko kue Stohrer, bekas Café Biard yang kini menjadi toko kue Jeffrey Cagnes, atau restoran l'Escargot d'Or. Singkatnya, mengunjungi Au Rocher de Cancale berarti merasakan bagian hidup dari sejarah Paris sambil menikmati masakan yang menghormati lebih dari dua abad tradisi kuliner.

Informasi berguna

Tanggal dan jadwal
Hari-hari berikutnya
Rabu : dari 08:00 memiliki 02:00
KAMIS : dari 08:00 memiliki 02:00
Jumat : dari 08:00 memiliki 02:00
SABTU : dari 08:00 memiliki 02:00
Minggu : dari 08:00 memiliki 02:00
Senin : dari 08:00 memiliki 02:00
Selasa : dari 08:00 memiliki 02:00

× Perkiraan waktu buka: untuk mengonfirmasi waktu buka, silakan hubungi restoran.

    Tempat

    78, Rue Montorgueil
    75002 Paris 2

    Perencana rute

    Situs resmi
    www.instagram.com

    Informasi lebih lanjut
    Buka setiap hari mulai pukul 8 pagi hingga 2 pagi.

    Komentar
    Perbaiki pencarian Anda
    Perbaiki pencarian Anda
    Perbaiki pencarian Anda
    Perbaiki pencarian Anda