Sejarah singkat restoran-restoran besar di Paris: Lapérouse, jantung sosial dan politik Paris

Berlokasi di Quai des Grands-Augustins, Lapérouse telah menjadi restoran legendaris sejak tahun 1766. Salon pribadi dan aura sastranya telah menjadikannya tengara gastronomi Paris.

Selama lebih dari dua abad, Lapérouse telah membuat jantung kota Paris bergetar. Terletak di 51 quai des Grands Augustins di arondisemen 6ᵉ, restoran ini mewujudkan kehalusan gastronomi Prancis, sensualitas salon pribadi, dan sejarah semarak Tout-Paris.

Salah satu restoran pertama yang dianugerahi tiga bintang dalam panduan Michelin pada tahun 1933, Lapérouse adalah legenda hidup, perpaduan antara memori sastra, kenikmatan duniawi, dan seni Prancis.

Berasal dari abad XVIIIᵉ

Didirikan pada abad ke-18, Lapérouse awalnya merupakan toko anggur sebelum akhirnya, di bawah dorongan pendirinya, Lefèvre, menjadi pemasok ke istana, sebuah restoran terkenal yang sering dikunjungi oleh para elit Kekaisaran Kedua. Sejak awal, restoran ini menarik pengunjung dengan salon pribadinya, sebuah tempat yang benar-benar cocok untuk makan malam yang intim, pertemuan rahasia, dan pertemuan romantis. Di sinilah lahir reputasi tempat yang penuh dengan belerang dan mempesona, yang sering dikunjungi oleh para penulis dan politisi, serta para "cocottes", pelacur terkemuka.

Sebuah latar yang tetap utuh, saksi dari masa lampau

Kekuatan besar Lapérouse terletak pada dekorasi aslinya, yang secara ajaib dipertahankan: lounge berjajar, dinding berlapis beludru, cermin berlapis, lampu gantung antik, dan kayu yang dipatenkan menceritakan kisah era lain. Anda masuk seolah-olah berada dalam adegan beku dari abad ke-19, dengan kesan mengikuti jejak Balzac atau Maupassant. Latar yang unik ini telah menjadikannya lokasi film yang populer - sebuah adegan dari film Midnight in Paris karya Woody Allen dapat dilihat di sini - dan latar yang sering dikutip dalam literatur.

Sebuah kancah sastra, politik, dan seni selama dua abad

Victor Hugo, Zola, Maupassant, Baudelaire, Colette, Proust... Mereka semua sering mengunjungi Lapérouse. Colette bahkan menulis beberapa bagian dari bukunya La Chatte di sana. Kemudian, Ernest Hemingway, Winston Churchill, Serge Gainsbourg, Jane Birkin, dan Orson Welles mengabadikansejarah sosial tempat ini. Bahkan saat ini, tokoh-tokoh dari dunia perfilman, mode, dan politik bertemu di sana dalam kebijaksanaan salon yang tenang.

La petite histoire des grands restaurants de Paris : Lapérouse, cœur du Paris mondain et politiqueLa petite histoire des grands restaurants de Paris : Lapérouse, cœur du Paris mondain et politiqueLa petite histoire des grands restaurants de Paris : Lapérouse, cœur du Paris mondain et politiqueLa petite histoire des grands restaurants de Paris : Lapérouse, cœur du Paris mondain et politique
Restaurant Lapérouse

Hidangan warisan dan prestise

Lapérouse telah lama menjadi figur utama dalam masakan haute Prancis. Meskipun beberapa koki telah menggantikan satu sama lain, restoran ini tetap setia pada klasisisme Prancis tertentu, dengan hidangan musiman yang berpusat pada hidangan borjuis yang hebat: ikan air tawar flambéed, foie gras, baba au rhum, dan pate en croûte. Ruang bawah tanah yang diselamatkan dari banjir tahun 1910 dan dilindungi selama Perang Dunia Kedua, kini menyimpan lebih dari 7.000 botol, dengan kecenderungan pada tahun-tahun terbaik Burgundy dan Champagne.

Alamat abadi yang masih sangat hidup

Dengan acara musik malam hari, bar yang akrab dan lounge pribadi, restoran ini terus menghidupkan jiwa Paris yang paling elegan dan unik. Sebagai tempat kenangan dan kesenangan, Lapérouse tetap menjadi alamat unik di Paris, di mana sejarah, sastra, cinta, dan keahlian memasak terjalin di rumah kenikmatan yang tiada duanya.

Informasi berguna

Tempat

51 Quai des Grands Augustins
75006 Paris 6

Perencana rute

Aksesibilitas

Situs resmi
www.laperouse.com

Komentar
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda
Perbaiki pencarian Anda